5 Game Lokal Yang Terlupakan di Indonesia

Indonesia telah melahirkan berbagai game lokal yang mencuri perhatian dan mendapatkan popularitas di kancah internasional. Namun, dalam riuhnya industri game modern, beberapa judul yang pernah populer di masa lalu kini terlupakan.

Game, Utama109 Views

Fronetzy – Indonesia telah melahirkan berbagai game yang mencuri perhatian dan mendapatkan popularitas di kancah internasional. Namun, dalam riuhnya industri game modern, beberapa judul yang pernah populer di masa lalu kini terlupakan. Mari kita mengingat kembali lima game populer yang pernah mendominasi industri game di Indonesia namun telah terlupakan seiring berjalannya waktu.

“Gatot Kaca: Defender of Justice” (1995)

Dirilis pada tahun 1995 oleh developer studio dari Indonesia, “Gatot Kaca: Defender of Justice” merupakan game petualangan aksi yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat Indonesia. Mengikuti perjalanan Gatot Kaca, seorang pahlawan mitos Jawa, pemain harus melawan kejahatan dan menjaga ketertiban. Game ini memikat hati para pemain dengan grafis yang unik, gameplay yang menarik, dan narasi yang kental dengan nuansa lokal. Sayangnya, game ini kini terlupakan meskipun pernah menjadi salah satu game Indonesia yang paling terkenal.

“Si Kancil” (1996)

Dirilis pada tahun 1996 oleh developer lokal, “Si Kancil” adalah game platformer yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat Jawa mengenai seekor kancil cerdik. Dalam perjalanan menyelamatkan hutan dari ancaman, pemain harus menghadapi berbagai rintangan dan musuh. Game ini berhasil menarik perhatian dengan grafis yang cerah, level yang menantang, dan karakter yang menggemaskan. Meskipun pernah populer di masanya, “Si Kancil” kini hanya menjadi kenangan manis bagi para pecinta game Indonesia.

“Pocari Sweat Run” (2008)

“Pocari Sweat Run” adalah game mobile yang dirilis pada tahun 2008 oleh PT. Amerta Indah Otsuka. Dalam game ini, pemain harus mengendalikan karakter yang berlari melewati rintangan dan mengumpulkan botol Pocari Sweat. Game ini mendapatkan popularitas yang cukup besar saat dirilis, terutama karena pemasaran yang agresif dari pihak produsen minuman. Meskipun begitu, seiring dengan kemunculan game mobile lainnya, “Pocari Sweat Run” terlupakan dan ditinggalkan oleh pemain.

“DreadOut” (2014)

“DreadOut” adalah game horor bertema supernatural, game ini muncul sekitar tahun 2014 dari Digital Happiness, sebuah studio indie asal Indonesia. Mengikuti petualangan sekelompok siswa yang terperangkap dalam sebuah sekolah angker, pemain harus menyelesaikan teka-teki dan menghadapi makhluk-makhluk mistis. “DreadOut” berhasil menarik perhatian global dengan atmosfer yang menegangkan, cerita yang menarik, dan kualitas produksi yang memukau. Sayangnya, meskipun mendapatkan pengakuan dari para pemain dan kritikus, game ini terlupakan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Kepopuleran Game Clash of Clans

“Nusantara Online” (2003)

“Nusantara Online” merupakan game MMORPG lokal yang dirilis pada tahun 2003 oleh PT. Kreon. Game ini mengusung tema budaya Indonesia dan menampilkan beragam lokasi dan mitos dari nusantara. Pemain dapat memilih karakter dari berbagai etnis dan menjelajahi dunia yang luas. “Nusantara Online” berhasil mencuri perhatian dengan grafis yang menawan dan konten yang kaya. Namun, persaingan sengit dalam industri game dan kehadiran game luar negeri yang lebih populer mengakibatkan game ini terlupakan seiring berjalannya waktu.

Meskipun terlupakan dalam sorotan industri game modern, game-game lokal Indonesia yang pernah populer di masa lalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah industri game di tanah air. Meskipun beberapa dari mereka mungkin tidak lagi tersedia atau relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, mereka tetap menjadi kenangan yang berharga bagi para penggemar game di Indonesia. Sebagai peringatan akan masa kejayaan dan kreativitas industri game lokal, kita harus menghargai warisan dari game-game yang pernah populer namun terlupakan ini.